Bagaimana menulis artikel penelitian

Menulis artikel penelitian berbeda dengan menulis laporan penelitian. Seseorang tidak bisa menceritakan semua hal yang diperoleh pada saat penelitian. Untuk itu  seseorang perlu memilih bagian mana yang tepat dan efektif dipakai untuk menunjukkan maksud tulisannya.

Selain itu, menulis artikel memerlukan keahlian menulis yang baik. Misalnya bagaimana membuat kalimat dengan bahasa baku, pemilihan kata yang tepat dan koheren. Seseorang kadang melupakan aturan SPO(Subjek-Predikat-Objek) pada kalimat yang ia buat terutama kalimat yang sudah kompleks/majemuk. Koheren atau ketepaduan dalam penyusunan artikel ilmiah dimulai dari hubungan antar kalimat kemudian antar-paragraf. Munculkan pertanyaan dalam pikiran apakah artikel yang saya tulis bisa dipahami dengan baik oleh orang lain. Untuk melakukannya, seseorang dapat:

  • membaca artikel ilmiah,
  • membuat kerangka tulisan dan mengrganisasikannya,
  • memilih kosa kata dan kata penghubung kalimat yang tepat,
  • meminta tanggapan dari teman,
  • merevisi tulisan berulang-ulang dan membndingkan dengan tulian yang lama(tulisan lama disimpan sebagai arsip).

Tidak kalah pentingnya, seseorang yang hendak menulis artikel harus mengetahui format umum penulisan artikel ilmiah. Format umum itu biasanya terdiri atas Pendahuluan, Landasan teori, Metodologi penelitian, Hasil temuan dan pembahasan, Kesimpulan dan diskusi. Berikut ini akan diuraikan apa saja bagian yang menjadi kunci penting dalam menulis artikel ilmiah.

Bagian pertama, pendahuluan, berisi hal-hal yang melatar-belakangi penelitian yang dilakukan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut.

  • Membuat batasan pembahasan penelitian(misalnya modelling, inquiry learning, problem solving, penerapan kurikulum dan sebagainya) dengan mengutip penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dibuat.
  • Mengidentifikasi gap yang terdapat dalam penelitian-penelitian sebelumnya yang sejenis(ungkap kekurangan, ketidaktepatan dan sebagainya).
  • Penuhi kekurangan tersebut dengan memunculkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian serta hipotesisnya.

Ungkapkan kata kunci untuk ketiga poin di atas. Contoh pada artikel tentang desain pembelajaran pengenalan bilangan desimal oleh Mrs. X adalah, dia menyebutkan:

“desimal sangat penting bagi  siswa pada…..”

Bagian kedua, landasan teori, dimana seseorang harus menyebutkan teori yang dipakai dalam penelitiannya sebagai konsep kerja. Tampikan secara mendalam tentang definisi terkini tentang apa yang sudah diketahui dan belum diketahui dan berbagai pertanyaan. Pada bagian ini, seseorang dapat menyebutkan bagian-bagian: Pengenalan tentang topik matematika yang diangkat dalam penelitian, rangkuman teori-teori yang berada dalam konsep kerja.

Bagian ketiga dalam penulisan artikel adalah metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian. Sering muncul pertanyaan apakah setelah seseorang melakukan penelitian, ia akan memperoleh jawaban atas pertanyaannya atau bias. Oleh karena itu diperlukan cara yang tepat dalam setiap penelitian. Misalnya seseorang memilih metode tertentu dalam penelitiannya, ia harus memberikan alasan kenapa harus memakai metode tersebut. Dengan memunculkan penelitian orang lain dengan metode serupa sudah cukup untuk meyakinkan pembaca.  Bagian utama yang perlu disebutkn dalam metode penelitian adalah sebagai berikut:

  • metode penelitian
  • instrumen
  • partisipan
  • bagaimana data diperoleh
  • bagaimana menganalisis data

kemudian laksanakan penelitian

  • tampilkan data yang memang berkaitan dengan pertannyaan penelitian saja,
  • batasi data yang ditampilkan
  • gunakan gambar, grafik, charta dan sebagainya
  • Tampilkan kuantitif mean atau qualitif means

Pada bagian keempat atau hasil temuan dan pembahasan:

  • Deskripsikan data secara jelas tanpa tambahan pendapat dari peneliti sama sekali. Munculkan deskripsi tersebut dalam berbagai bentuk misalnya transkip pembicaraan, dsb..

Bagian terakhir adalah kesimpulan dan diskusi. Pada bagian ini seseorang menampilkan jawaban terhadap research question, dampak teoritis dan praktis. Laporkan sesuatu yang berhubungan dengan teori, misalnya

“Kami menemukan bahwa…”.

Hal lain yang perlu disampaikan adalah kelebihan serta kekurangan penelitian yang telah dibuat, dan saran untuk penelitian lanjutan.

Artikel ilmiah memiliki ukuran sekitar 15 halaman. Untuk menggambarkan isi dari artikel yang telah dibuat, seorang biasa menuliskan abstrak. Abstrak idealnya memuat tujuan penelitian, partisipan, instrumen dan analisis, serta temuan utama.

Dalam etika penulisan artikel ilmiah, seeorang harus mencantuman daftar referensi yang dipakai dengan format APA(American Psyichological Assosiation). Semakin banyak referensinya, maka semakin baik.

 

Iklan

Tentang Irkham Ulil Albab

Adalah kesempatan terbesar bisa bertemu dengan para pendidik Matematika yang hebat. Keinginan terbesar saya bisa menjadi the Future Lecturer, Future Researcher, Future Designer and Future Leader on Mathematics Education
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s