Mendesain Pembelajaran PMRI: Adaptasi dari Negeri Kincir Angin

Pagi ini adalah waktu yang memberi saya pengalaman baru dalam mendesain kelas Matematika berdasarkan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Saya bersama teman-teman telah berhasil(menurut saya sih) mendesain kelas yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang diadaptasi dari Realistic Mathematics Education(RME) dari Belanda, tepatnya Freudenthal Institute, Utrecht. Saya senang sekali melihat antusiasme siswa dalam pembelajaran Matematika. Dari pengamatan yang saya lakukan, tidak ada satu siswapun yang tidak aktif terlibat dalam proses belajar. Mereka semuanya puas dan yang paling penting saya yakin mereka telah benar-benar belajar hari ini.

Mengapa saya yakin mereka telah benar-benar belajar?

Mengapa mereka bisa begitu antusias?

Saya akan menyampaikan dulu sekilas tentang PMRI. PMRI adalah pendekatan Matematika  yang memiliki sudut pandang bahwa matematika harus 1)berhubungan dengan dunia nyata dan 2) dan berupa kegiatan manusia. Hal ini berarti bahwa pembelajaran matematika harus dekat(dikenali) siswa dan juga relevan terhadap setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita beranjak ke kelas matematika materi FPB. Awalnya berikan situasi kehidupan sehari-hari yang tidak langsung mengarah ke penyelesaian FPB. Misalnya Ibu memiliki 18 buah salah dan 24 buah jeruk. Ibu mau membaginya ke anak-anak yang ada di dekat rumah. Tentu saja Ibu berharap bisa membagikan buah-buahan tersebut ke anak-anak tetangga sebanyak-banyaknya(semakin banyak anak yang mendapat bagian semakin baik) dengan pembagian buah yang adil untuk semua anak. Ibu akan memasukkan buah tersebut dalam kantong plastik. Lalu lemparkan masalah tersebut ke siswa, ajak siswa untuk memecahkan masalah yang dialami ibu tersebut. Guru harus menyediakan alat peraga, berupa buah-buahan sebenarnya, mainan buah-buahan atau benda apapun yang memungkinkan bagi siswa melakukan pembagian itu. Dalam pembelajaran pagi tadi saya dan rekan menggunakan animasi flash yang bisa dimainkan oleh siswa, bukan sekedar gambar bergerak. Dari kegiatan inilah, konstruksi konsep dibangun oleh siswa. Pada saat itu guru mengajak siswa melakukan pemodelan yang mengarah pada penyelesaian dengan  FPB yaitu dengan tabel-tabel kemungkinan pembagian, misal dibagi ke 3 kantong, 4 kantong, 6 kantong. Siswa akan menemukan bahwa dari kemungkinan yang dicoba siswa akan ada beberapa kejadian yang  benar. Misalnya ketika buah dibagi ke 4 kantong, setiap kantong akan memuat 4 salak dan 8 jeruk tetapi ada sisa 2 salah yang tidak terbagi. Dalam kegiatan ini, peran guru adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa mengarah pada penemuan FPB. Akhir dari kegiatan pembelajaran adalah siswa mendemonstrasikan hasil penemuan mereka di depan kelas. Adanya perbedaan jawaban akan memunculkan diskusi dan argumentasi. Inilah yang membuat siswa berpikir kritis. Untuk SD kelas atas, sebaiknya siswa bekerja dalam kelompok.  Siswa kelas rendah lebih baik dilakukan secara klasik-al. Guru membiarkan siswa menyimpulkan sendiri konsep yang mereka temukan.

Hal yang membuat saya senang pagi tadi adalah semua siswa antusias dalam pembelajaran. Dalam pikiran terngiang-ngiang  apa penyebabnya. apa yang terjadi jika kami membawa buah mainan, atau buah asli? apakah akan se-antusias ini? Mungkin saja tidak. Siswa lebih tertarik pada suatu hal baru yang menantang, Macromedia flash interaktif yang dapat digerakkan dengan mouse. Itulah jawaban pertama dari penasaran saya. Memberikan kesenangan pengalaman belajar bagi siswa melalui aktivitas yang baru, menantang yang memunculkan minat siswa.

Iklan

Tentang Irkham Ulil Albab

Adalah kesempatan terbesar bisa bertemu dengan para pendidik Matematika yang hebat. Keinginan terbesar saya bisa menjadi the Future Lecturer, Future Researcher, Future Designer and Future Leader on Mathematics Education
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s